Minggu, 02 Oktober 2011

Langit dan bumi (Part 3)

Tidakkah cukup ku habiskan 240 minggu hidupku dalam gelap?
Apakah benar ini adalah langkahku atau hanya fantasiku saja?
Selama itu ku terus berjalan dalam gelap, tanpa dapat melihat seorang pun

Yang ku harap takkan pernah muncul dalam gelap
Karena selalu, cummulluzz menghalanginya dan kini ASA pun ikut menghalanginya
Mungkinkah harus ku tambah waktu penantian itu?
Menunggu suatu hal yg sangat tak pasti
Yg terlihat sangat menjanjikan dan dapat memberiku kebahagiaan immortal dalam pandangku

Haruskah ku tahan rasa takut dalam gelap ini sendirian hingga antara cummulluzz dan ASA tidak akan pernah menghalangiku lagi?
Sampai berapa detikkah?
Sampai berapa menitkah?
Atau sampai berapa harikah?
Atau aku harus menambah waktu itu 1/2 dari usiaku?

Mustahil aku dapat bertahan hingga beratus-ratus minggu lagi
Karena sebelum saat itu datang, aku telah mati hipoksia dalam kegelapan

Saat ini,
yg hanya dapat ku lakukan adalah menanti selama yg dapat ku lakukan
Tapi pantaskah aku melakukannya?

Tidak ada komentar: