Minggu, 11 Juli 2010

PINTAKU PADA DIRIKU

Diriku, aku, aku mohon satu hal padamu
Sebagai bagian dari diriku, aku mohon hanya satu hal saja.
Yang lainnya aku benar-benar tak peduli.
Aku mohon padamu, dengan sangat.
Tolong belajarlah!
Nasibmu ada ditanganku, nasibku ada di tanganmu.
Nasib kita ada di otak kita, masa depan kita ada di setiap sel dalam tubuh kita.
Aku mohon diriku, aku benar-benar tak mampu melihatmu gagal.
Dan ku tahu, kaupun takkan mampu melihat aku gagal.
Karena kita adalah satu.
Satu hati, satu jiwa, satu keinginan, satu perasaan dan satu tubuh.
Aku mohon kau jangan pernah bermalas-malasan!
Kita bisa berjuang bersama-sama, seperti dulu lagi.
Aku tahu kita memiliki keinginan-keinginan kecil, yang malah menghambat keinginan-keinginan terbesar kita.
Kita simpan keinginan-keinginan kecil kita itu rapat-rapat dalam diri kita, kalau perlu kuncilah!
Bila saatnya nanti, ketika semua keinginan-keinginan terbesar kita benar-benar telah terwujud.
Kita buka bersama, kita wujudkan bersama keinginan-keinginan kecil kita itu hingga tak ada yang bersisa.
Tolonglah aku
Bantulah aku!
Aku tahu kau adalah diriku.
Kita akan sukses bersama, berjuang bersama.
Ayolah, kita songsong kesuksesan itu bersama!
Awali dari hari ini, dari langkah terkecil, sedikit demi sedikit.
Aku yakin kita pasti bisa melalui ujian-ujian ini dengan beribu kebaikan.
Kita belajar bersama, kita berjalan bersama, kau takkan pernah sendirian.
Kita pasti bisa melalui semua ini!
Kita pasti bisa menatap matahari kita!
3 matahari kebanggan kita…
PERJALANAN MENJADI DEWASA

Sekarang, terlalu sering ku mengumpat terhadap diriku sendiri.
Terlalu sering aku mempersalahkan diriku sendiri.
Semakin banyak pula kata-kata kotor mengumpat orang yang benar-benar aku benci tanpa sengaja.
Semakin banyak tekanan yang benar-benar harus ku lalui.
Semakin dewasa, semakin berat tekanan itu.
Membuat ku merasa rapuh ditengah-tengah  perjalanan,
Saat itu, rasanya ingin ku menghilang dari bumi.
Saat itu, rasanya ingin ku mati.
Tapi sial, ku tahu inilah yang namanya kehidupan.
Inilah yang disebut kedewasaan.
Aku benar-benar harus bertahan, bila ingin hidup berharga di bumi ini.
Inilah aku, aku harus memerankan ‘aku’ dengan baik.
Hingga yang memiliki ‘aku’ mengambilnya dengan kehendak-Nya dari bumi ini.
Aku harus membuat ‘aku’ mencapai klimaks dan akhir dengan baik.
Karena aku telah dikontrak oleh-Nya sejak aku berada di lauhul mahfudz untuk memerankan ‘aku’ dan membuat ‘aku’ ini tumbuh dewasa dan kembali kepada-Nya dengan cara yang baik.
Itulah tugasku, kontrakku pada Tuhanku, Allah SWT…
Lantas, menapa aku harus terus-menerus merasa iri pada mereka yang bernasib sama denganku?
Yang telah menendatangani kontrak peran yang benar-benar sanggup diembannya dengan Tuhan-Nya?
Mungkin ku harus lebih berlapang hati.
Menerima apapun keadaan yang ku alami.
Yang tak pernah ku inginkan dalam hidupku, yang sangat ku jauhi bahkan dalam mimpiku sendiri.
Tak ada yang benar-benar menyenangkan di bumi ini…

Senin, 05 Juli 2010

VIVAnews - Keluarga besar aktor Park Yong Ha, yang meninggal karena gantung diri tak mau melakukan otopsi pada jenazah aktor top Korea tersebut. Mereka ingin langsung menggelar acara pemakaman untuk aktor itu. Upacara pemakaman aktor itu dilakukan pada hari ini, Jumat, 2 Juli. Upacara pemakaman bintang serial 'Winter Sonata' itu juga dihadiri oleh keluarga besar, sahabat, rekan-rekannya sesama artis dan juga para penggemar setia aktor tampan tersebut. Mereka ingin memberikan penghormatan terakhir dan juga mengantarkan orang yang mereka sayangi ke tempat peristirahatan terakhirnya. Demikian seperti dikutip dari Allkpop.Com, Jumat 2 Juli 2010.Prosesi pemakaman digelar pada pukul 06.00 pagi waktu setempat. Hampir semua orang yang datang ke acara itu menggunakan pakaian hitam-hitam. Kesedihan tampak jelas terpancar dari wajah mereka. Bahkan, para fans tak kuasa menahan kesedihannya. Airmata mulai terlihat menghiasi wajah penggemar aktor tersebut. Berkali-kali para fans itu menyeka wajahnya dengan sapu tangan.Ayah Park Yong Ha yang sedang menderita kanker perut juga tampak hadir pada prosesi pemakaman anaknya. Sang ayah tak kuasa menahan kesedihannya. Dia menangis saat acara prosesi dimulai.Pemandangan yang sama terlihat dari aktor yang juga sahabat terbaik Park Yong Ha, So Ji Sub. So Ji Sub tak pernah meninggalkan jenazah sahabatnya itu sejak pelantun 'Just For Yesterday' itu ditemukan bunuh diri dan dibawa ke rumah sakit Seoul St. Mary Hospital dari dua hari yang lalu. Setelah di bawa dari rumah sakit, jenazah Park Yong Ha akan melewati tiga stasiun televisi besar di Korea yakni SBS, MBC dan KBS. Lalu dari situ jenazah akan dibawa ke rumah duka sebelum dikremasi.