Selasa, 22 Juni 2010

JAKARTA - Seluruh pecinta badminton di Tanah Air pastinya sudah tak sabar menyaksikan kembali aksi atlet idolanya. Ya, Indonesia Open Super Series (IOSS) 2010 segera bergulir!

Mengusung tema “Celebrate World’s Badminton Passion”, turnamen tingkat internasional ini akan diselenggarakan di Istora Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, sepanjang 22-27 Juni 2010.

Kegagalan membawa trofi Thomas dan Uber 2010, tentunya menjadi motivasi tersendiri bagi para pemain andalan Indonesia. Terlebih, kali ini mereka tampil sebagai tuan rumah. Setidaknya itulah yang diharapkan Ketua Umum PB-PBSI Djoko Santoso.

“Kami ingin penyelenggaraan tahun ini lebih sukses dari tahun sebelumnya. Sukses acaranya, maupun sukses mencapai prestasi. Jujur, saat ini prestasi Indonesia belum optimal. Semoga Indonesia Open kali ini mampu membangkitkan motivasi para pemain untuk berjuang mengharumkan kembali nama Indonesia,” ujarnya, saat jumpa pers di Jakarta, Selasa (8/6/2010).

Namun sayang, China tidak akan mengirimkan satupun pemainnya. Memang, kali ini China tidak turut ambil bagian dalam turnamen yang diikuti oleh 30 negara. Apa alasannya?

“China absen tahun ini karena mereka sedang menjalani liga domestik. Karena waktunya bersamaan, jadi mereka tidak ikut,” jelas Deputi Wasit IOSS 2010, Juniarto Suhandinata.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, turnamen tahunan ini akan menghadirkan para atlet papan atas, termasuk pemain tunggal putra nomor satu dunia asal Malaysia, Lee Chong Wei, yang siap mempertahankan gelar juaranya.

Saina Nehwal, pemain tunggal putri yang juga keluar sebagai jawara tahun lalu, pasti enggan melepaskan mahkotanya. Namun, pemain asal India tersebut tentunya harus melewati hadangan pemain unggulan lainnya, seperti Tine Rasmussen (Denmark), Zhou Mi (Hong Kong), Pi Hongyan (Prancis), dan Eriko Hiroshe (Jepang).

Maria Kristin, pemain tunggal putri Indonesia yang menjadi finalis 2008, dan Maria Febe, yang menduduki peringkat tertinggi Indonesia, diharapkan menjadi ratu di negeri sendiri.

Persaingan ketat juga dipastikan terjadi di nomor ganda putra, mengingat kehadiran pasangan nomor satu dunia Koo Kien Keat/Tan Boo Heong, asal Malaysia, dan pasangan Indonesia yang menjadi juara Olimpiade 2008, Markis Kido/Hendra Setiawan.

Tidak ada komentar: