Selasa, 25 November 2008

Menyimak pembacaan cerpen religi

i.Identitas Cerpen :
a)Judul : Ayahku seorang guru ngaji
b)Pengarang : Hamzad Rangkuti
c)Sumber : Majalah HORISON edisi Mei 2004

ii.Sinopsis :
Disuatu Desa, hidup seorang ayah bernama Pak Ahmad. Hidupnya sederhana, dia bekerja sebagai penjual kasur dan guru mengaji. Karena kemampuan teknologi yang sangat cepat, di desanya telah ada aliran listrik dan kebanyakan orang di desanya telah memiliki pesawat televise. Anak-anak yang biasa berdatangan ke rumahnya kini hilang satu-persatu. Mereka lebih memilih menonton televise dirumah, daripada mengaji dirumah Pak Ahmad. Kebutuhan hidaupnya semakin tidak tercukupi, apalagi penjualan kasurnya semakin menurun.
Istrinya selalu menasehatinya agar menjadi juru do`a, seperti Pak Sanusi, temannya, daripada menganggur dan istrinya itu selalu membandingkannya dengan Pak Sanusi. Ia pun setuju, selama bekerja sebagai juru do`a, dia menasehati para peziarah bahwa ilmu agama bukan untuk orang mati tetapi untuk orang yang masih hidup sebagai pedoman dan petunjuk menuju akhirat.
Tiba-tiba pada suatu hari dating seorang pesuruh. Pesuruh tersebut mengajaknya ke rumah majikannya yang tak lain adalah salah satu peziarah yang diberi nasihat olehnya. Orang tersebut meminta Pak Ahmad untuk mendo`akan istrinya yang meninggal secara mendadak dan menawarinya untuk mengajarkan mengaji anak-anaknya. Pak Ahmad segera menyetujuinya. Tak lama kemudian, dia diajak naik haji oleh orang tersebut. Karena pendiriannya yang kuat yang tidak terpengaruh oleh perkembangan zaman, Pak Sanusi memperoleh segalanya dengan mudah. Pak Sanusi memang benar-benar seorang guru mengaji.

iii.Amanat cerita dan komentar :
a)Amanat cerita : Kita harus kuat memegang prinsip yang kita yakini, jangan mudah terpengaruh perkembangan zaman yang lebih banyak mengandung hal-hal bersifat negative daripada positifnya, kita juga harus jujur dalam menjalani hidup, khlas dan bersabar.
b)Komentar saya : Cerpen ini sangat menggugah, terdapat nilai-nilai moral dan nilai-nilai agama yang dapat kita petik.bagi orang-orang yang mencintai dunia dan mengejar kebahagiaan dunia, sepatutnyalah mencontoh tokoh Pak Sanusi yang mengejar akhirat dan akhirnya mendapatkan bonus dunia. Cerpen ini mengajari para pembacanya tentang betapa luhurnya nilai-nilai kejujuran, nilai-nilai agama dan nilai-nilai moral. Cerpen ini juga menerangkan secara gamblang dampak positif dan negatif dari kemajuan teknologi, yang dapat mencerdaskan sekaligus dapat membutakan rakyat. Cerita ini juga sangat cocok untuk dibaca dan direalisasikan oleh para remaja yang terobsesi dan terpengaruh perkembangan zaman, yang mencari-cari teknologi terbaru yang semakin canggih juga semakin membuat mereka malas.

Tidak ada komentar: