Jumat, 28 November 2008

Awal 2009, Boscha Dilengkapi Teropong Matahari

Observatorium Boscha akan mengoperasikan "Real Time Solar Telescope" atau teropong pemantau matahari pada awal 2009 mendatang.

"Pengerjaan perangkat telescop itu sudah dilakukan kita buat sendiri di Institut Teknologi Bandung (ITB)," kata Kepala Observatorium Boscha ITB Lembang Dr. Taufik Hidayat di Bandung, Kamis (27/11).

Taufik menyebutkan, perangkat dan infrastruktur teleskop matahari itu ditargetkan selesai dirakit akhir Desember nanti. Sehingga, kata Taufik, awal Januari 2009 sudah bisa dioperasikan dan dipadukan dengan sistem online di Boscha.

Menurut Taufik, teleskop matahari itu akan menggunakan lensa Corona dari AS dengan tiga filter untuk pengamatan pinggir matahari, spektrum, dan cronospher dari sinar matahari.

"Semua data pantauan akan terekam secara digital dalam laporan lengkap yang terhubung ke dalam jaringan di sini. Hasilnya bisa dimanfaatkan oleh peneliti dan dikenali oleh masyarakat awam," katanya.

Pembangunan teropong matahari pertama di Boscha membutuhkan biaya sekitar Rp400 juta, yang sebagian di antaranya berasal dari bantuan Belanda.

Observatorium Boscha rencananya akan menggandeng Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk menyimpan dan meneliti data-data digital yang dihasilkan telescope itu.

"Data pengamatan itu bisa langsung dilihat. Kami akan bekerjasama dengan LIPI untuk mengolah dan penyimpan data digital itu," kata Taufik Hidayat.

Sementara itu, fasilitas aplikasi World Wide Telescope dari Miscrosoft, merupakan salah satu perangkat terbaru di Boscha.

Perangkat World Wide Telescope merupakan piranti lunak yang diciptakan untuk para peneliti dan masyarakat umum yang mempunyai minat terhadap astronomi.

Para peneliti atau pengunjung Boscha bisa menikmati tata surya, planet dan galaksi hasil bidikan teleskop terbaik di dunia seperti Hubble, Observatorium sinar-X Chandra serta lainnya.


Dikutip dari kompas.com

Rabu, 26 November 2008

Isu Kiamat Tahun 2012 yang Meresahkan

Di internet saat ini tengah dibanjiri tulisan yang membahas prediksi suku Maya yang pernah hidup di selatan Meksiko atau Guatemala tentang kiamat yang bakal terjadi pada 21 Desember 2012.

Pada manuskrip peninggalan suku yang dikenal menguasai ilmu falak dan sistem penanggalan ini, disebutkan pada tanggal di atas akan muncul gelombang galaksi yang besar sehingga mengakibatkan terhentinya semua kegiatan di muka Bumi ini.

Di luar ramalan suku Maya yang belum diketahui dasar perhitungannya, menurut Deputi Bidang Sains Pengkajian dan Informasi Kedirgantaraan, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Bambang S Tedjasukmana, fenomena yang dapat diprakirakan kemunculannya pada sekitar tahun 2011-2012 adalah badai Matahari. Prediksi ini berdasarkan pemantauan pusat pemantau cuaca antariksa di beberapa negara sejak tahun 1960-an dan di Indonesia oleh Lapan sejak tahun 1975.

Dijelaskan, Sri Kaloka, Kepala Pusat Pemanfaatan Sains Antariksa Lapan, badai Matahari terjadi ketika muncul flare dan Coronal Mass Ejection (CME). Flare adalah ledakan besar di atmosfer Matahari yang dayanya setara dengan 66 juta kali ledakan bom atom Hiroshima. Adapun CME merupakan ledakan sangat besar yang menyebabkan lontaran partikel berkecepatan 400 kilometer per detik.

Gangguan cuaca Matahari ini dapat memengaruhi kondisi muatan antariksa hingga memengaruhi magnet Bumi, selanjutnya berdampak pada sistem kelistrikan, transportasi yang mengandalkan satelit navigasi global positioning system (GPS) dan sistem komunikasi yang menggunakan satelit komunikasi dan gelombang frekuensi tinggi (HF), serta dapat membahayakan kehidupan atau kesehatan manusia. ”Karena gangguan magnet Bumi, pengguna alat pacu jantung dapat mengalami gangguan yang berarti,” ujar Sri.

Langkah antisipatif

Dari Matahari, miliaran partikel elektron sampai ke lapisan ionosfer Bumi dalam waktu empat hari, jelas Jiyo Harjosuwito, Kepala Kelompok Peneliti Ionosfer dan Propagasi Gelombang Radio. Dampak dari serbuan partikel elektron itu di kutub magnet Bumi berlangsung selama beberapa hari. Selama waktu itu dapat dilakukan langkah antisipatif untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan.

Mengantisipasi munculnya badai antariksa itu, lanjut Bambang, Lapan tengah membangun pusat sistem pemantau cuaca antariksa terpadu di Pusat Pemanfaatan Sains Antariksa Lapan Bandung. Obyek yang dipantau antara lain lapisan ionosfer dan geomagnetik, serta gelombang radio. Sistem ini akan beroperasi penuh pada Januari 2009 mendatang.

Langkah antisipatif yang telah dilakukan Lapan adalah menghubungi pihak-pihak yang mungkin akan terkena dampak dari munculnya badai antariksa, yaitu Dephankam, TNI, Dephub, PLN, dan Depkominfo, serta pemerintah daerah. Saat ini pelatihan bagi aparat pemda yang mengoperasikan radio HF telah dilakukan sejak lama, kini telah ada sekitar 500 orang yang terlatih menghadapi gangguan sinyal radio.

Bambang mengimbau PLN agar melakukan langkah antisipatif dengan melakukan pemadaman sistem kelistrikan agar tidak terjadi dampak yang lebih buruk. Untuk itu, sosialisasi harus dilakukan pada masyarakat bila langkah itu akan diambil.

Selain itu, penerbangan dan pelayaran yang mengandalkan satelit GPS sebagai sistem navigasi hendaknya menggunakan sistem manual ketika badai antariksa terjadi, dalam memandu tinggal landas atau pendaratan pesawat terbang.

Perubahan densitas elektron akibat cuaca antariksa, jelas peneliti dari PPSA Lapan, Effendi, dapat mengubah kecepatan gelombang radio ketika melewati ionosfer sehingga menimbulkan delai propagasi pada sinyal GPS.

Perubahan ini mengakibatkan penyimpangan pada penentuan jarak dan posisi. Selain itu, komponen mikroelektronika pada satelit navigasi dan komunikasi akan mengalami kerusakan sehingga mengalami percepatan masa pakai, sehingga bisa tak berfungsi lagi.

Saat ini Lapan telah mengembangkan pemodelan perencanaan penggunaan frekuensi untuk menghadapi gangguan tersebut untuk komunikasi radio HF. ”Saat ini tengah dipersiapkan pemodelan yang sama untuk bidang navigasi,” tutur Bambang.


Dikutip dari kompas.com

Selasa, 25 November 2008

Menyimak pembacaan cerpen religi

i.Identitas Cerpen :
a)Judul : Ayahku seorang guru ngaji
b)Pengarang : Hamzad Rangkuti
c)Sumber : Majalah HORISON edisi Mei 2004

ii.Sinopsis :
Disuatu Desa, hidup seorang ayah bernama Pak Ahmad. Hidupnya sederhana, dia bekerja sebagai penjual kasur dan guru mengaji. Karena kemampuan teknologi yang sangat cepat, di desanya telah ada aliran listrik dan kebanyakan orang di desanya telah memiliki pesawat televise. Anak-anak yang biasa berdatangan ke rumahnya kini hilang satu-persatu. Mereka lebih memilih menonton televise dirumah, daripada mengaji dirumah Pak Ahmad. Kebutuhan hidaupnya semakin tidak tercukupi, apalagi penjualan kasurnya semakin menurun.
Istrinya selalu menasehatinya agar menjadi juru do`a, seperti Pak Sanusi, temannya, daripada menganggur dan istrinya itu selalu membandingkannya dengan Pak Sanusi. Ia pun setuju, selama bekerja sebagai juru do`a, dia menasehati para peziarah bahwa ilmu agama bukan untuk orang mati tetapi untuk orang yang masih hidup sebagai pedoman dan petunjuk menuju akhirat.
Tiba-tiba pada suatu hari dating seorang pesuruh. Pesuruh tersebut mengajaknya ke rumah majikannya yang tak lain adalah salah satu peziarah yang diberi nasihat olehnya. Orang tersebut meminta Pak Ahmad untuk mendo`akan istrinya yang meninggal secara mendadak dan menawarinya untuk mengajarkan mengaji anak-anaknya. Pak Ahmad segera menyetujuinya. Tak lama kemudian, dia diajak naik haji oleh orang tersebut. Karena pendiriannya yang kuat yang tidak terpengaruh oleh perkembangan zaman, Pak Sanusi memperoleh segalanya dengan mudah. Pak Sanusi memang benar-benar seorang guru mengaji.

iii.Amanat cerita dan komentar :
a)Amanat cerita : Kita harus kuat memegang prinsip yang kita yakini, jangan mudah terpengaruh perkembangan zaman yang lebih banyak mengandung hal-hal bersifat negative daripada positifnya, kita juga harus jujur dalam menjalani hidup, khlas dan bersabar.
b)Komentar saya : Cerpen ini sangat menggugah, terdapat nilai-nilai moral dan nilai-nilai agama yang dapat kita petik.bagi orang-orang yang mencintai dunia dan mengejar kebahagiaan dunia, sepatutnyalah mencontoh tokoh Pak Sanusi yang mengejar akhirat dan akhirnya mendapatkan bonus dunia. Cerpen ini mengajari para pembacanya tentang betapa luhurnya nilai-nilai kejujuran, nilai-nilai agama dan nilai-nilai moral. Cerpen ini juga menerangkan secara gamblang dampak positif dan negatif dari kemajuan teknologi, yang dapat mencerdaskan sekaligus dapat membutakan rakyat. Cerita ini juga sangat cocok untuk dibaca dan direalisasikan oleh para remaja yang terobsesi dan terpengaruh perkembangan zaman, yang mencari-cari teknologi terbaru yang semakin canggih juga semakin membuat mereka malas.

Meresensi Novel Populer

I.Identitas buku :
a.Judul : Laskar Pelangi
b.Pengarang : Andrea Hirata
c.Penerbit : PT. Bentang Pustaka
d.Tahun Terbit : 2007
e.Ukuran buku : 20,5 x 13 cm
f.Jumlah halaman: 568 halaman
g.Harga : Rp

II.Unsur Intrinsik :

a.Tema : Perjuangan anak-anak miskin pedalaman Belitong dalam memperoleh pendidikan.

b.Penokohan :
1.Lintang Samudra Basara bin Syahbani Maulana Basara (Lintang) :
Jenius, memiliki cita-cita yang tinggi, memiliki semangat besar, haus akan ilmu, kritis, sabar, penuh pengorbanan dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi.
2.Mahar Ahlan bin Jumali Ahlan bin Zubair bin Awam (Mahar) :
Memiliki bakat seni yang tinggi, menyukai hal-hal yang berkaitan dengan alam gaib (mistis), memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, menyukai tantangan dan keras kepala.
3.N.A. sahara Aulia Fadillah binti K.A. Muslim Ramdhani Fadillah (Sahara) :
Keras kepala, berpendirian kuat, patuh pada agama, ramah (kecuali pada A Kiong) dan pandai.
4.Syahdan Noor Aziz bin Syahari Noor Aziz (Syahdan) :
Ceria, pekerja keras, memiliki tekad yang kuat dan baik hati.
5.Trapani Ihsan Jamari bin Zainuddin Ilham Jamari (Trapani) :
Pandai, baik hati dan tergantung sekali pada ibunya.
6.Mukharam Kucai Khairani (Kucai) :
Pandai berbicara, baik hati dan setia kawan.
7.Ikal (Andrea Hirata) :
Pintar dan memiliki minat yang besar pada sastra.
8.Muhammad Jundullah Gufron Nur Zaman (A Kiong) :
Memiliki rasa persahabatan yang tinggi, baik hati, suka menolong, mudah percaya pada orang lain.
9.Borek (Samson) :
Bangga akan bentuk tubuhnya yang proporsional (berotot) dan baik hati
10.Harun :
Berketerbelakangan mental, pemikirannya masih seperti anak kecil.
11.N.A. Muslimah Hafsari Hamid binti K.A. Abdul Hamid (Bu Mus) :
Lemah lembut, baik hati, penyabar dan rela berkorban.
12.K.A. Harfan Efendy Noor bin K.A. Fadillah Zein Noor (Pak Harfan) :
Baik hati, penyabar, bijaksana, memiliki figure orang yang jujur dan rela berkoban.
13.Floriana (Flo):
Tomboy, keras kepala, suka akan hal-hal mistis dan egois.
14.A Ling :
Baik hati, ramah dan bertanggungjawab.

c.Latar : Sekolah, Pasar, Rumah di Desa Gantong, Kabupaten Gantong, Belitong Timur.

d.Alur : Campuran (Mundur-Maju)
Tokoh ‘AKU’ menceritakan masa lalunya bersama teman-teman anggota Laskar Pelangi dan guru-gurunya, kemudian tokoh ‘AKU’ menemukan temen-temen lamanya itu yang memiliki takdir berbeda-beda setelah sekian tahun tidak ditemuinya.

e.Sudut pandang : Penulis sebagai Orang pertama tunggal (Aku)

f.Gaya bahasa : Gaya bahasa ilmiah yang sering dipakai dalam bidang biologi modern dan bahasa sehari-hari.

g.Amanat : Si penulis ingin agar pembaca dapat menghargai hidup, mensyukurinya dan dalam menjalaninya harus disertai optimisme tinggi, tidak mudah berputus asa, gigih, walaupun terdapat banyak keterbatasan. Juga bagaimana menghargai persahabatan, menghargai takdir, mengajari pembaca bagaimana hasil dari upaya yang optimal.

III.Komentar :
Meski saya terlambat menyadari bahwa telah muncul karya sastra yang berbobot, sarat akan ilmu, perjuangan hidup, kesabaran dan bagaimana senantiasa mensyukuri hidup dan takdir yang termuat dalam sebuah buku karya penulis terbaik, Andre Hirata, yaitu Laskar Pelangi.
Laskar Pelangi adalah sebuah karya yang dapat saya simpulkan setelah membacanya, ternyata jauh lebih menarik dari sastra-sastra Indonesia saat ini. Laskar Pelangi menceritakan tentang perjuangan hidup 10 anak pedalaman yang miskin dan tentu saja terdapat banyak halangan, kesulitan dan tantangan yang harus mereka lalui dalam mencapai impian mereka.
Laskar Pelangi telah mengajarkan kita tentang semangat dalam menimba ilmu, semangat dalam meraih segala impian yang kita sendiri pikir mustahil terwujud, nilai-nilai kejujuran, kesederhanaan dan pengorbanan. Laskar Pelangi memiliki banyak nilai plus dan sangat cocok dijadikan buku wajib di bidang pendidikan. Agar generasi-generasi muda dapat mencontoh perjuangan dan pengorbanan anak-anak Laskar Pelangi, bukan hanya bermimpi, bermalas-malasan dengan kehidupan yang terbilang mewah bila dibandingkan dengan kehidupan anak-anak Laskar Pelangi.

Senin, 24 November 2008

Lirik lagu I write sins not tragedies by Panic! At the disco

Oh, well imagine
as i'm pacing the pews in a church corridor
and i can't help but to hear
no i can't help but to hear an exchanging of word:
"What a beautiful wedding! What a beautiful wedding!" says a bridesmaid to a waiter
And yes, but what a shame what a shame, the poor groom's bride is a whore

I'd chime in w/ a haven't u people ever heard of closing a goddamn door? No!
No it's much better to face these kinds of things w/ a sense of poise and rationality

I'd chime in w/ a haven't u people ever heard of closing a goddamn door? No!
No it's much better to face these kinds of things w/ a sense of...

Well in fact, well i'll look at it this way, i mean technically our marriage is saved
Well this calls for a toast, so pour the champagne

I'd chime in w/ a haven't u people ever heard of closing a goddamn door? No!
No it's much better to face these kinds of things w/ a sense of poise and rationality

Again...

I'd chime in w/ a haven't u people ever heard of closing a goddamn door? No!
No it's much better to face these kinds of things w/ a sense of poise and rationality

Again...